Palembang memang identik dengan pempek, tetapi kuliner khasnya tidak berhenti di makanan berbahan ikan tersebut. Kota di Sumatera Selatan ini juga memiliki beragam hidangan bercita rasa gurih, pedas, manis, hingga segar yang menggunakan ikan, rempah, santan, telur, dan bahan lokal lainnya. Beberapa di antaranya bahkan memiliki bentuk serta proses pembuatan yang cukup unik. Berikut beberapa makanan khas Palembang selain pempek yang menarik bisa kamu cicipi
Baca juga : 12 Jenis Pempek Palembang, Banyak yang Suka!
Makanan Khas Palembang Selain Pempek, Udah Pasti Enak!
1. Laksan
Kalau menyukai makanan berkuah dengan rasa gurih dan sedikit pedas, laksan bisa menjadi pilihan. Makanan ini masih menggunakan adonan ikan dan sagu seperti pempek, tetapi penyajiannya berbeda. Adonan umumnya dibentuk menjadi lenjer yang tebal, kemudian diiris dan disiram dengan kuah santan berbumbu berwarna kemerahan.
Kuah santannya memberikan rasa gurih yang kuat, sementara cabai dan rempah membuat cita rasanya semakin beraroma. Laksan biasanya dibuat dari ikan yang dihaluskan, tepung sagu, serta bumbu seperti bawang, cabai, dan rempah lainnya. Hidangan ini juga kerap hadir sebagai sajian dalam momen khusus dan hari raya.
2. Tekwan
Berbeda dari laksan yang menggunakan kuah santan, tekwan hadir sebagai hidangan berkuah bening yang terasa gurih dan ringan. Bola-bola kecil dari campuran ikan dan sagu menjadi bagian utamanya, kemudian disajikan bersama kuah kaldu udang, soun, jamur kuping, dan irisan bengkuang.
Teksturnya kenyal, sedangkan kuah udangnya memberikan aroma seafood yang khas. Taburan bawang goreng, daun bawang, seledri, serta sambal biasanya ditambahkan untuk memperkaya rasa. Karena disajikan hangat, tekwan juga terasa nikmat disantap saat cuaca dingin atau hujan.
Baca juga : Resep Tekwan Ikan Teri Versi Ekonomis!
3. Pindang Patin
Bagi pencinta ikan air tawar, pindang patin merupakan salah satu kuliner Palembang yang patut dicoba. Ikan patin dimasak dalam kuah kaya rempah dengan perpaduan rasa asam, pedas, manis, gurih, dan segar.
Kesegarannya semakin terasa berkat penggunaan bahan seperti tomat, cabai, dan terkadang nanas atau daun kemangi. Ikan patin yang memiliki tekstur lembut berpadu dengan kuah berbumbu sehingga cocok disantap bersama nasi putih hangat. Proses pembuatannya cukup sederhana, yakni ikan dimasak bersama bumbu rempah hingga matang dan bumbunya meresap.
Baca juga : Resep Ikan Bawal Bumbu Kuning, Gurih nan Sedap!
4. Model
Namanya mungkin terdengar unik, tetapi model merupakan salah satu olahan khas Palembang yang masih memiliki hubungan dengan kuliner berbahan ikan dan sagu. Sekilas bentuk dan penyajiannya mengingatkan pada tekwan, tetapi ukurannya lebih besar dan bagian dalamnya berisi tahu.
Adonan ikan dan sagu dibentuk mengelilingi isian, kemudian biasanya digoreng sebelum dipotong-potong dan disajikan dalam kuah kaldu udang. Hasilnya adalah perpaduan tekstur luar yang lebih padat atau garing dengan bagian dalam yang lembut, ditambah kuah yang gurih dan segar.
Baca juga : Resep Pempek Sambal Udang Rebon, Tanpa Ikan!
5. Celimpungan
Jika laksan menggunakan adonan ikan yang diiris, celimpungan justru memiliki bentuk bulat seperti bola-bola berukuran lebih besar. Adonan ikan dan sagu tersebut kemudian dimasak dan disajikan bersama kuah santan berbumbu.
Warna kuahnya cenderung kuning karena penggunaan kunyit dan rempah. Rasanya gurih, kaya bumbu, dan memiliki aroma rempah yang cukup kuat. Celimpungan juga dikenal sebagai sajian yang dapat muncul dalam berbagai acara keluarga maupun hari raya.
6. Mie Celor
Mi celor merupakan salah satu kuliner khas Palembang yang cocok bagi pencinta hidangan mi dengan cita rasa gurih dan creamy. Mi berukuran cukup tebal disajikan bersama kuah kental berbahan dasar santan dan kaldu udang, sehingga menghasilkan rasa gurih yang kuat dengan aroma seafood yang khas.
Keunikan mi celor terletak pada tekstur mi yang kenyal dan kuahnya yang lebih kental dibandingkan hidangan mi berkuah pada umumnya. Sajian ini biasanya dilengkapi dengan udang, telur rebus, tauge, daun bawang, seledri, serta bawang goreng. Untuk membuatnya, mi direbus terlebih dahulu, kemudian disiram dengan kuah yang dibuat dari santan, kaldu udang, dan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, serta merica.
Baca juga : 15 Makanan Khas Bandung Terkenal dan Enak!
7. Maksuba
Untuk hidangan bercita rasa manis dan legit, kue maksuba menjadi salah satu kue tradisional Palembang yang menarik. Kue ini memiliki tampilan berlapis yang sekilas menyerupai lapis legit, tetapi bahan utamanya berbeda karena banyak menggunakan telur, khususnya telur bebek, serta susu kental manis.
Keistimewaan maksuba terletak pada proses pembuatannya. Adonan dituangkan sedikit demi sedikit ke dalam loyang dan dipanggang lapis demi lapis hingga menghasilkan tampilan berlapis yang rapi. Rasanya manis, legit, dan cenderung gurih dari penggunaan telur bebek. Secara tradisional, kue ini sering disajikan dalam acara istimewa seperti hari raya, pernikahan, atau sebagai hidangan untuk tamu.
Baca juga : 20 Makanan Khas Tradisional Modifikasi Unik!
8. Srikayo
Tidak seperti kue pada umumnya, srikayo memiliki tekstur lembut menyerupai puding. Bahan utamanya sederhana, yaitu telur, gula, santan, dan daun pandan yang memberikan aroma harum sekaligus warna hijau alami.
Setelah adonan dicampur, srikayo dibuat dengan cara dikukus hingga teksturnya set dan lembut. Cita rasanya manis, legit, dan harum pandan. Di Palembang, srikayo juga sering dinikmati bersama ketan sehingga menghasilkan perpaduan tekstur yang menarik antara lembutnya srikayo dan pulen-nya ketan.
9. Es Kacang Merah
Saat ingin menikmati sesuatu yang lebih menyegarkan, es kacang merah bisa menjadi pilihan. Sesuai namanya, bahan utamanya adalah kacang merah yang telah dimasak hingga empuk, kemudian dipadukan dengan es, sirup atau pemanis, serta pelengkap lainnya.
Kacang merah memberikan tekstur lembut dan sedikit creamy, sementara es membuat hidangan terasa segar. Kombinasi rasa manis dan dingin menjadikan minuman pencuci mulut ini cocok disantap di tengah cuaca panas.
10. Kue 8 Jam
Sesuai namanya, kue 8 jam memiliki keunikan yang terletak pada waktu pembuatannya. Kue tradisional ini perlu dikukus selama kurang lebih delapan jam dengan api kecil agar menghasilkan tekstur dan kematangan yang sesuai.
Bahan yang digunakan memiliki kemiripan dengan maksuba, terutama telur dan susu, tetapi kue 8 jam tidak dibuat berlapis seperti maksuba. Proses pengukusan yang lama membuat teksturnya padat, lembut, dan menghasilkan rasa manis serta legit. Lama pembuatannya inilah yang membuat kue tersebut memiliki nilai keunikan tersendiri dalam kuliner tradisional Palembang.
Baca juga : Jenis Kue Basah yang Tahan Lama dan Tak Mudah Basi!
Ciptakan Aneka Kreasi Makanan Khas Palembang bersama Hi-Cook
Itulah makanan khas palembang selain pempek yang bisa kamu coba. Laksan dan celimpungan menawarkan kuah santan yang gurih, tekwan dan model menghadirkan olahan ikan dengan kuah kaldu yang segar, sedangkan pindang patin terkenal dengan perpaduan rasa asam, pedas, manis, dan gurih. Untuk pencinta makanan manis, ada maksuba, srikayo, es kacang merah, hingga kue 8 jam yang masing-masing memiliki karakter dan cara pembuatan berbeda. Eksplorasi beragam cita rasa Palembang dengan peralatan masak Hi-Cook yang praktis, mudah digunakan, dan siap menemani berbagai kebutuhan memasak.