Jawa Timur dikenal sebagai salah satu daerah di Indonesia yang punya kekayaan kuliner sangat beragam. Tidak hanya makanan berat, provinsi ini juga punya banyak jajanan khas dengan cita rasa unik, mulai dari yang manis, gurih, legit, hingga pedas menggugah selera. Beberapa jajanan khas jawa timur sudah menjadi ikon daerah dan kerap diburu sebagai oleh-oleh maupun sajian khas saat berkunjung ke kota asalnya.
Menariknya, jajanan khas Jawa Timur tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga menyimpan cerita budaya, bahan lokal, hingga cara pengolahan tradisional yang masih dipertahankan sampai sekarang. Ada yang dibuat dari singkong, ketan, pisang, hingga olahan hasil pertanian dan peternakan setempat. Nah, kalau kamu penasaran apa saja, berikut deretan jajanan khas Jawa Timur yang patut diketahui.
Baca juga : 12 Kue Tradisional Jawa Barat dan Sunda, Wajib Coba!
1. Getuk Pisang
Getuk pisang adalah salah satu jajanan khas Jawa Timur yang identik dengan Kediri, terutama daerah Ngantru dan sekitarnya. Berbeda dari getuk pada umumnya yang terbuat dari singkong, getuk pisang dibuat dari pisang matang, biasanya pisang raja nangka atau pisang kepok, yang dihaluskan lalu dikukus hingga padat.
Karakteristik getuk pisang terletak pada teksturnya yang lembut, padat, dan sedikit legit, dengan rasa manis alami dari pisang. Warna getuk pisang umumnya cokelat kehitaman karena proses pengolahan dan tingkat kematangan buahnya. Keunikannya ada pada aroma pisang yang kuat dan rasa manis asam yang khas, sehingga cocok dijadikan camilan maupun oleh-oleh. Biasanya getuk pisang dibungkus daun pisang, membuat tampilannya makin tradisional dan aromanya lebih harum.
2. Dumbek
Dumbek adalah jajanan tradisional khas Tuban, Jawa Timur, yang terbuat dari campuran tepung beras, gula merah, dan santan. Adonan ini kemudian dibungkus menggunakan daun lontar berbentuk kerucut kecil, lalu dikukus hingga matang. Cita rasa dumbek cenderung manis dan gurih, dengan tekstur lembut agak padat menyerupai dodol atau kue basah tradisional.
Keunikan dumbek terletak pada bungkus daun lontarnya yang khas serta proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara tradisional, sehingga menjadikannya salah satu camilan legendaris yang identik dengan budaya kuliner Tuban.
3. Sale Anggur
Meski namanya sale anggur, jajanan khas dari Probolinggo ini bukan terbuat dari buah anggur. Camilan ini umumnya dibuat dari tape singkong atau bahan manis yang diproses hingga menghasilkan bentuk kecil-kecil menyerupai butiran anggur. Rasanya cenderung manis, legit, dan sedikit asam tergantung bahan dasarnya.
Keunikan sale anggur terletak pada namanya yang unik serta tampilannya yang berbeda dari jajanan tradisional pada umumnya. Di daerah asalnya, sale anggur cukup dikenal sebagai camilan dan oleh-oleh khas. Teksturnya cenderung kenyal dengan rasa manis yang khas, cocok untuk pencinta jajanan tradisional bercita rasa legit.
4. Brem
Salah satu oleh-oleh khas Jawa Timur khususnya brem yang sangat populer yaitu brem. Brem terbuat dari sari tape ketan yang difermentasi, lalu diproses hingga menjadi padatan berwarna putih atau krem pucat. Sekilas tampilannya mirip permen atau kue padat, tetapi begitu dimakan, brem akan langsung lumer di mulut.
Karakteristik utama brem ada pada rasa manis dengan sedikit sensasi asam segar hasil fermentasi. Teksturnya ringan, rapuh, dan mudah meleleh di lidah. Inilah yang membuat brem berbeda dari camilan lain. Selain unik dari segi rasa, brem juga menjadi salah satu produk olahan fermentasi tradisional yang paling ikonik dari Jawa Timur.
Baca juga : Kue Basah Khas Betawi Jadul, Enak dan Legit!
5. Keripik Buah
Jawa Timur juga terkenal dengan aneka keripik buah, terutama dari daerah Malang dan Batu yang memang kaya hasil pertanian. Keripik buah biasanya dibuat dari apel, nangka, salak, semangka, nanas, atau buah lainnya yang diolah dengan teknik pengeringan atau vacuum frying agar teksturnya renyah.
Keunggulan keripik buah terletak pada rasanya yang tetap membawa karakter asli buah, tetapi dalam bentuk camilan kering yang lebih tahan lama. Selain renyah, camilan ini juga punya aroma buah yang khas dan sering dijadikan oleh-oleh karena praktis dibawa. Keripik buah menunjukkan bagaimana hasil pertanian lokal Jawa Timur diolah menjadi produk camilan bernilai tambah.
6. Bolu Kuwuk
Bolu kuwuk dikenal sebagai salah satu jajanan khas Bojonegoro. Kue ini punya tekstur lembut seperti bolu pada umumnya, tetapi biasanya tampil dengan bentuk sederhana dan rasa manis yang pas. Nama “kuwuk” sendiri membuat kue ini terasa khas dan punya identitas lokal yang kuat.
Karakteristik bolu kuwuk ada pada teksturnya yang empuk dan cocok dinikmati sebagai teman teh atau kopi. Sebagai jajanan daerah, bolu kuwuk menjadi contoh bagaimana kue modern dan sentuhan lokal bisa berpadu dalam satu produk yang akrab di lidah masyarakat setempat.
7. Geti
Geti adalah camilan manis tradisional khas Tulungagung yang dibuat dari wijen, kacang, dan gula merah. Bentuknya padat, biasanya dipotong kotak-kotak kecil, dengan rasa manis gurih yang cukup kuat.
Ciri khas geti ada pada perpaduan tekstur renyah dari wijen dan kacang dengan lapisan gula merah yang mengikat semua bahan. Rasanya sederhana, tetapi justru itulah daya tariknya. Geti juga termasuk jajanan tradisional yang cukup awet, sehingga cocok dijadikan oleh-oleh khas daerah.
8. Manco
Manco juga berasal dari Tulungagung dan sering disebut sebagai camilan khas berbahan dasar ketan. Jajanan ini dibuat dari ketan yang diolah lalu dilapisi atau dipadukan dengan gula, sehingga menghasilkan rasa manis legit dengan tekstur khas.
Keunikan manco terletak pada rasa manisnya yang lembut dan teksturnya yang padat namun tetap nyaman dikunyah. Jajanan ini termasuk salah satu oleh-oleh khas Jawa Timur yang masih mempertahankan cita rasa tradisional dan identitas lokal.
Baca juga : Bekal Perjalanan Jauh dan Mudik yang Tahan Lama!
9. Petulo
Petulo merupakan jajanan tradisional yang cukup dikenal di beberapa daerah Jawa Timur, termasuk Madiun dan sekitarnya. Bentuknya mirip putu mayang atau jajanan berbahan tepung beras yang dicetak memanjang, lalu disajikan dengan kuah santan atau gula sesuai variasinya.
Karakteristik petulo ada pada teksturnya yang lembut, sedikit kenyal, dan rasanya cenderung gurih manis. Biasanya petulo dijual di pasar tradisional sebagai menu sarapan atau camilan pagi. Keberadaan petulo menunjukkan kekayaan jajanan pasar Jawa Timur yang sederhana, tetapi punya rasa khas dan tetap digemari.
10. Nasi Krawu
Meski termasuk makanan berat, nasi krawu tetap layak masuk daftar kuliner khas Jawa Timur yang wajib dicoba. Hidangan ini berasal dari Gresik dan biasanya terdiri dari nasi putih dengan lauk berupa suwiran daging sapi, semur, jeroan, sambal, dan serundeng.
Ciri khas nasi krawu ada pada rasa gurih pedas dan penyajian lauk yang melimpah di atas nasi. Serundengnya memberi sentuhan manis gurih, sementara sambalnya membuat rasanya lebih kuat. Nasi krawu menjadi bukti bahwa kuliner khas Jawa Timur tidak hanya soal camilan, tetapi juga sajian lengkap yang kaya rasa.
11. Pudak
Pudak adalah makanan khas Gresik yang sangat terkenal sebagai oleh-oleh. Kue ini dibuat dari campuran tepung beras, gula, dan santan, lalu dibungkus menggunakan pelepah pinang atau kemasan tradisional berbentuk silinder memanjang.
Teksturnya lembut, legit, dan sedikit kenyal, dengan rasa manis gurih yang khas. Salah satu keunikan pudak terletak pada bungkusnya yang berbeda dari kebanyakan jajanan lain. Karena dibungkus pelepah pinang, pudak punya nilai tradisional yang kuat dan tampilannya pun sangat khas.
12. Sate Madura
Kalau bicara kuliner Jawa Timur, sate Madura jelas jadi salah satu yang paling terkenal, bahkan populer di seluruh Indonesia. Asalnya dari Pulau Madura, sate ini biasanya menggunakan daging ayam atau kambing yang dibakar lalu disajikan dengan bumbu kacang atau kecap.
Karakteristik sate Madura ada pada bumbunya yang gurih manis dengan aroma bakaran yang kuat. Dagingnya dipotong kecil-kecil, lalu dibakar hingga matang dan sedikit karamellized. Keunikan sate Madura terletak pada perpaduan bumbu kacang yang kental, kecap, bawang merah, dan kadang sambal, sehingga rasanya sangat khas dan mudah dikenali.
Baca juga : 15 Menu Pendamping Sate Ayam, Gak Cuma Lalapan!
13. Soto Lamongan
Soto Lamongan berasal dari Lamongan dan menjadi salah satu jenis soto paling populer di Indonesia. Ciri khasnya ada pada kuah kuning gurih yang kaya rempah, suwiran ayam, telur, bihun, kol, dan taburan koya yang membuat rasanya makin gurih.
Koya adalah campuran kerupuk udang dan bawang putih goreng yang dihaluskan, dan inilah salah satu pembeda utama soto Lamongan dari soto daerah lain. Kehadiran koya membuat kuah terasa lebih kental, gurih, dan beraroma khas. Soto Lamongan juga dikenal sebagai hidangan yang cocok dinikmati kapan saja, baik untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam.
14. Pecel Madiun
Pecel Madiun adalah kuliner khas Madiun yang sangat identik dengan bumbu kacangnya yang kuat. Hidangan ini terdiri dari aneka sayuran rebus seperti bayam, kacang panjang, tauge, daun singkong, atau kol, lalu disiram sambal kacang.
Keunikan pecel Madiun ada pada bumbu kacangnya yang cenderung lebih pekat, gurih, sedikit pedas, dan punya aroma khas dari kencur atau daun jeruk, tergantung resepnya. Biasanya pecel disajikan bersama rempeyek, tempe goreng, tahu, atau nasi. Meski terlihat sederhana, perpaduan sayur dan sambal kacang ini justru jadi salah satu ikon kuliner Jawa Timur yang paling dicari.
15. Tahu Tek
Tahu tek merupakan kuliner khas Surabaya yang terkenal dengan cita rasa gurih manis dan saus petisnya yang khas. Hidangan ini biasanya terdiri dari tahu goreng, lontong, kentang, tauge, dan telur, lalu disiram saus petis kacang yang kental. Nama “tek” konon berasal dari suara gunting penjual saat memotong bahan-bahan di atas piring.
Karakteristik tahu tek ada pada sausnya yang pekat, legit, gurih, dan sedikit tajam dari aroma petis. Perpaduan tahu, telur, lontong, dan kentang membuat hidangan ini cukup mengenyangkan meski sering dianggap jajanan atau makanan kaki lima. Tahu tek jadi salah satu contoh kuliner Jawa Timur yang sederhana, tetapi punya identitas rasa yang sangat kuat.
Baca juga : Jajanan Khas Jawa Tengah Favorit!