0 produk di keranjang belanja Anda

No products in the cart.

13 Jenis Potongan Ayam dan Teknik Potongnya!

Ayam adalah salah satu bahan makanan yang paling sering digunakan karena praktis, bergizi, dan bisa diolah dengan berbagai cara. Saat dimasak, ayam biasanya tidak digunakan utuh, melainkan dipotong-potong sesuai kebutuhan. Setiap potongan memiliki karakteristik tersendiri, baik dari segi tekstur, rasa, maupun cara pengolahannya. Berikut penjelasan 13 jenis potongan ayam mulai dari bagian, bentuk, teknik memotong dan olahan apa yang cocok, simak sampai akhir ya!

Baca juga : Resep Ayam Gulai Simple, Rasanya Nendang! 

1. Potong Utuh (Whole Chicken)

potongan ayam utuh

Ayam utuh adalah bentuk paling sederhana tanpa memisahkan per bagiannya. Bentuknya utuh, ayam tidak dipisah sama sekali, hanya dibersihkan dari bulu dan jeroan. Biasanya cocok untuk masakan yang membutuhkan tampilan ayam lengkap, seperti ayam panggang oven, ayam bakar utuh menggunakan oven canggih yang bisa memanggang ayam utuh, atau ayam rebus untuk membuat kaldu.

2. Potong Dua (Half Cut / Belah Dua)

ayam belah dua

Pada potongan ini, pembelahan ayam secara vertikal dari dada hingga punggung, menghasilkan dua bagian besar. Setiap setengah bagian terdiri dari dada, paha, dan sayap. Potongan ini cocok  untuk sajian ayam bakar setengah ekor atau gulai ayam, karena ukurannya besar dan bumbu bisa meresap dengan baik saat proses memasak.

3. Potong Empat (Quarter Cut)

jenis potongan ayam

Setelah potongan dua, setiap sisi dipisahkan lagi menjadi bagian dada dan paha. Hasilnya ada empat potong besar yang ukurannya masih cukup mantap.Biasanya terdiri dari dua bagian dada dengan sayap, serta dua bagian paha atas dengan paha bawah. Potongan ini cocok untuk olahan ayam goreng tradisional atau masakan berkuah seperti soto dan kari. Potongan besar membuat tekstur daging tetap juicy dan tidak cepat kering saat memasaknya.

4. Potong Delapan (8-Cut)

Potongan delapan adalah yang paling populer dan banyak ditemukan, baik di rumah makan maupun restoran cepat saji. Dari satu ekor ayam akan diperoleh dua dada, dua paha atas, dua paha bawah (drumstick), dan dua sayap. Potongan ini seimbang ukurannya, tidak terlalu besar maupun terlalu kecil, sehingga mudah dimasak. Biasanya dipakai untuk ayam goreng tepung, opor, gulai, atau ayam rica-rica.Untuk kamu yang sedang diet dapat menggoreng ayam potongan ini menggunakan airfryer, alat penggorengan tanpa minyak sehingga lebih sehat dan kalorinya lebih rendah.

Baca juga : Resep Ayam Airfryer Sederhana, Lezat dan Praktis! 

5. Potong Sepuluh (10-Cut)

Pada potongan ini, ayam terbagi menjadi sepuluh bagian. Biasanya potongan dada lebih kecil menjadi empat bagian, dua sayap, dua paha atas, dan dua paha bawah. Hasilnya potongan lebih kecil sehingga lebih cepat matang dan bumbu bisa meresap lebih maksimal. Jenis potongan ayam ini biasanya untuk masakan rumah makan padang atau katering.

6. Potong Dua Belas (12-Cut)

jenis potongan ayam

Potongan dua belas membagi ayam menjadi bagian yang lebih kecil lagi. Terdapat pemisahan dada menjadi enam potong, sayap biasanya terpisah menjadi drumette dan wingette, lalu potongan paha atas dan bawah. Potongan ini sangat praktis untuk porsi perorangan, cocok untuk usaha kuliner skala besar karena lebih ekonomis.

Baca juga : Resep Ayam Goreng Sereh dan Sambal Bawang Mantap! 

7. Butterfly Cut (Belah Kupu-Kupu)

potongan ayam kupu-kupu

Jenis potongan ayam ini dengan membelah ayam utuh dari bagian punggung hingga terbuka seperti kupu-kupu, tanpa memisahkan tubuhnya. Teknik ini dengan menghilangkan tulang punggung lalu menekan bagian dada hingga rata. Potongan ini biasanya digunakan untuk ayam panggang atau grill, karena ayam bisa terbuka lebar, masak lebih merata, dan bumbu bisa menempel dengan sempurna di seluruh permukaan.

8. Spatchcock Chicken

Mirip dengan butterfly cut, tetapi tulang punggung dipotong habis. Biasanya dengan memisahkan daging dari tulangnya sehingga tinggal daging bersih saja. Hasilnya bisa merentangkan ayam rata di atas panggangan. Potongan ini biasanya untuk roasted chicken atau BBQ karena membuat ayam cepat matang dan kulitnya lebih renyah.

Baca juga : 7 Menu Food Preparation Seminggu yang Hemat! 

9. Potong Fillet (Boneless Cut)

ayam fillet

Pada teknik ini, pemisahan daging ayam sepenuhnya dari tulangnya, biasanya pada bagian dada atau paha. Potongan fillet sangat populer untuk menu modern seperti chicken steak, chicken katsu, nugget, hingga tumisan sehat. Karena tidak ada tulang, potongan ini lebih cepat matang dan mudah untuk mengonsumsinya.

Baca juga : 13 Resep Ayam Mudah untuk Hidangan Keluarga! 

10. Potong Stir Fry (Dadu / Strip)

jenis potongan ayam

Teknik pemotongan daging ayam berbentuk dadu atau irisan tipis (strip). Jenis potong stir biasanya untuk masakan cepat saji seperti tumis ayam, capcay, sop, sate, yakitori, atau nasi goreng. Ukurannya yang kecil membuat daging cepat matang dan cocok untuk menu praktis sehari-hari.

Baca juga : Resep Yakitori Ayam, Empuk dan Juicy! 

11. Potong Wing Section (Sayap Terpisah)

potongan ayam

Potongan drumette yaitu memotong daging ayam menjadi tiga bagian (bagian paling dekat dengan badan ayam), wingette (bagian tengah sayap), dan tip (ujung sayap). Banyak yang mengolah daging potongan drumette menjadi chicken wings dengan berbagai saus, sementara tip sering untuk campuran kaldu.

12. Potong Ceker dan Kepala

ceker ayam

Pemisahan ceker (kaki ayam) biasanya dari potongan utama. Meskipun tidak banyak daging, ceker kaya kolagen sehingga menghasilkan tekstur kenyal. Umumnya orang menggunakan ceker untuk campuran menu sop, dimsum, atau ceker pedas. Kepala ayam juga untuk soto atau gulai karena menghasilkan rasa kaldu yang gurih.

13. Potong Jeroan (Offal)

Pemisahan bagian dalam ayam berupa hati, ampela, dan usus dari tubuh ayam. Meskipun bukan bagian utama, jeroan sering dijadikan menu tersendiri. Sate ati ampela, sambal goreng ati, hingga usus goreng adalah beberapa olahan populer dari bagian ini.

Cara mengasah pisau agar tajam dan awet! 


Pemotongan ayam bisa dengan berbagai cara, mulai dari potongan besar seperti belah dua atau empat, hingga potongan kecil seperti sepuluh atau dua belas bagian. Ada juga teknik khusus seperti butterfly cut, spatchcock, atau fillet tanpa tulang yang memudahkan variasi olahan. Potongan besar cocok untuk panggang dan rebusan, sedangkan potongan kecil lebih praktis untuk gorengan, tumisan, atau masakan berbumbu pekat. Dengan memahami jenis potongan ayam, kita bisa lebih mudah menentukan cara memasak sesuai kebutuhan dan hasil masakan pun jadi lebih nikmat.

Tulis Komentar

× Hubungi Kami