No products in the cart.
14 Jenis Bubur Khas Nusantara Terenak!
Bubur adalah salah satu makanan yang paling merakyat di Indonesia. Teksturnya lembut, rasanya beragam, dan mudah untuk mencernanya sehingga disukai dari anak-anak hingga orang dewasa. Menariknya, setiap daerah punya kreasi bubur yang berbeda-beda, baik yang bercita rasa gurih maupun manis. Mulai dari bubur ayam yang jadi menu sarapan populer, bubur sumsum yang lembut dengan kuah gula merah, hingga bubur Manado yang kaya sayuran, semuanya punya ciri khas dan keunikan tersendiri. Artikel ini akan membahas tentang jenis bubur khas nusantara yang memiliki rasa khas dan enak, simak sampai akhir ya!
1. Bubur Ayam

Bubur ayam berasal dari Jawa Barat dan menjadi menu sarapan favorit banyak orang. Teksturnya lembut dengan rasa gurih dari kuah kaldu ayam. Penyajiannya dengan suwiran ayam, kerupuk, kacang kedelai goreng, cakwe, dan sambal. Terdapat 2 cara menyantapnya yaitu dengan tim bubur diaduk dan toping dipisah sesuai dengan kenyamanan masing-masing orang.
2. Bubur Sumsum
Bubur sumsum berasal dari Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Terbuat dari tepung beras dan santan dengan pemasakan sampai halus berwarna putih. Rasanya gurih manis karena disiram kuah gula merah. Selain jadi makanan sehari-hari, bubur ini sering dipakai dalam tradisi adat Jawa sebagai simbol kesucian dan doa.
3. Bubur Kacang Hijau

Bubur kacang hijau banyak ditemukan di seluruh Indonesia. Pembuatannya menggunakan kacang hijau dengan gula merah dan santan, menghasilkan rasa manis legit dengan tekstur kuah kental. Menikmatinya bisa saat hangat di malam hari atau dingin dengan es di siang hari, jadi fleksibel sesuai selera dan cuaca.
Baca juga : Resep Bubur Kacang Hijau Slow Cooker, Makin mudah dan sempurna!
4. Bubur Ketan Hitam

Bubur ketan hitam populer di Jawa dan Bali. Terbuat dari beras ketan hitam dengan gula merah sehingga rasanya manis gurih. Teksturnya kental dan berwarna ungu kehitaman.
Perpaduan dengan bubur kacang hijau dalam satu mangkuk, menciptakan rasa dan tampilan yang khas.
5. Bubur Candil

Bubur candil merupakan jenis bubur yang berasal dari Jawa dan sering muncul saat bulan puasa. Candil terbuat dari tepung ketan berbentuk bulat kecil, lalu memasaknya dalam kuah gula merah dan santan. Rasanya manis legit dengan tekstur kenyal. Oleh karena itu, menu ini cocok jadi menu berbuka puasa karena rasa manisnya dapat mengembalikan energi dengan cepat.
6. Bubur Mutiara
Bubur mutiara populer di Jawa dan Sumatera. Terbuat dari sagu mutiara berwarna-warni dengan campuran santan. Teksturnya kenyal dan rasanya manis gurih. Warna-warni butiran sagu mutiara membuat bubur ini terlihat cantik dan menarik perhatian, terutama anak-anak.
7. Bubur Manado (Tinutuan)

Jenis bubur satu ini berasal dari Sulawesi Utara. Terbuat dari campuran nasi dan berbagai sayuran seperti bayam, jagung, labu kuning, serta daun gedi. Rasanya gurih segar dengan tekstur kental. Jenis bubur ini tidak menggunakan daging sama sekali sehingga tergolong makanan sehat dan cocok untuk vegetarian.
8. Bubur MPASI

Bubur MPASI adalah makanan pendamping ASI untuk bayi mulai usia 5 bulan. Orang tua biasanya membuatnya dari beras yang dihaluskan lalu dicampur sayur, daging, ayam, atau ikan. Teksturnya dibuat lembut agar mudah ditelan, lalu semakin kental seiring usia bayi. Bubur ini unik karena bukan sekadar makanan, tapi juga melatih bayi mengenal rasa dan tekstur baru sejak dini. Terdapat menu dan resep mpasi 5 bulan dan menu mpasi 6 bulan menyesuaikan dengan umur bayi.
Baca juga : Cara memasak MPASI menggunakan slowcooker, praktis dan sehat!
9. Bubur Sayur
Bubur nasi lembut dengan perpaduan sayuran seperti wortel, bayam, jagung, atau brokoli. Rasanya gurih segar. Bubur ini lebih sehat daribubur biasa karena kandungan serat dan vitamin dari sayurannya, cocok untuk diet dan gaya hidup sehat.
10. Bubur Jawa (Jenang)
Orang melabeli bubur ini dengan sebutan Jenang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Terbuat dari tepung beras, santan, dan gula merah dengan tekstur kental dan lengket. Rasanya manis gurih. Penyajiannya dalam acara adat Jawa sebagai simbol doa, keberkahan, dan rasa syukur, misalnya dalam selamatan atau peringatan hari penting.
11. Bubur Jali-jali

Bubur jali-jali banyak berasal dari Betawi dan daerah pedesaan. Bahannya dari biji jali dengan perebusan hingga empuk, lalu penambahan santan dan gula merah. Rasanya manis gurih dengan tekstur unik dari butiran jali. Jali mempunyai khasiat kesehatan, salah satunya baik untuk pencernaan dan stamina.
12. Bubur Ase
Bubur ase adalah bubur khas Betawi. Penyajiannya dengan kuah semur daging atau tahu, plus acar, kentang, dan kerupuk. Rasanya gurih manis dengan perpaduan aroma rempah yang kuat.
Bubur ini biasanya hanya ada saat acara hajatan atau bulan Ramadhan.
13. Bubur Cacah Talas
Bubur cacah talas banyak di temukan di Jawa Barat. Pembuatannya dengan merebus potongan talas bersama gula merah dan santan. Rasanya manis gurih dengan tekstur empuk talas yang khas.
Jadi cara tradisional masyarakat Sunda mengolah talas yang melimpah di daerahnya.
14. Bubur Baro-Baro
Bubur baro-baro berasal dari Sulawesi Selatan. Terbuat dari nasi lembek yang dimasak dengan kuah santan dan ikan tongkol atau ikan lain dengan tambahan sambal. Rasanya gurih pedas dengan aroma ikan yang kuat. Selain itu, menu ini sering pengganti nasi dan dikenal sebagai makanan penghangat tubuh.
Baca juga : 20 Masakan Tradisional Modifikasi, Inovasi Makanan Unik!
Itulah berbagai jenis bubur khas Indonesia yang tidak hanya menggugah selera tetapi juga sarat makna budaya. Dari bubur gurih yang sering jadi menu utama, hingga bubur manis yang kerap hadir dalam acara adat maupun sebagai sajian harian, semuanya mencerminkan kekayaan kuliner Nusantara. Jika ingin masak bubur lebih praktis gunakan Hi-Cook Slowcooker ya!










